Berita LAFAI

Waspadai Fraud Pada Pelaksanaan JKN

by Webmaster

Jakarta - Fraud sangat mungkin terjadi saat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberlakukan, mulai 1 Januari 2014 mendatang. Fraud, tindakan kecurangan yang dilakukan secara sengaja oleh pelaku dengan memperdaya korban guna mendapatkan keuntungan, bisa dilakukan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan JKN.

Moertjahjo, SKM, M.Kes, AAAK, dari Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI) yang membidangi asuransi kesehatan mengungkapkan hal itu dalam Training Seminar Jaminan Kesehatan Nasional di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada asuransi kesehatan, kata Moertjahjo, tindakan fraud bisa dilakukan peserta, provider maupun penjamin atau penyelenggara. “Modus para peserta, memalsukan identitas agar eligible atau mmebuat pernyataan yang tidak benar dalam mengajukan klaim. Sedangkan provider, melakuan fraud dengan melakukan upcoding, unservice serta modus-modus lainnya. Di pihak penjamin atau penyelenggara, fraud terjadi ketika benefit yang diberikan tak sesuai janji, atau tidak memberi hak benefit kepada peserta yang sebenarnya,” kata Moertjahjo.

Oleh karena itu, kata Moertjahjo, setidaknya diperlukan empat lembaga pendukung yang perlu dibentuk pada pemberlakuan JKN. Pertama, lembaga pengawas eksternal yang independen termasuk yang memantau fraud. Kedua, lembaga mediator antara peserta, Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS), provider, bila ada dispute atau sengketa.         

Ketiga, lembaga independen yang menilai mutu layanan provider yaitu pengobatan yang rasional dan efisien juga mengaudit aspek medis. Keempat, lembaga kajian untuk mengevaluasi tarif, iuran, kapitasi dan pembiayaan lainnya. (IZN - pdpersi.co.id)

Sumber: PDPERSI

Go back

Berita LAFAI

  1. Komentar atas berita hanya dapat dilakukan oleh Anda yang terdaftar sebagai Anggota LAFAI. Hubungi kami untuk menjadi Anggota.
  2. Kami menerima berita yang layak disiarkan pada media ini. Sampaikan kepada kami berikut sumber beritanya.